简体版 繁體版 English
Masuk Daftar

contoh kalimat class consciousness

"class consciousness" terjemahan bahasa Indonesia  
ContohHandphone
  • Class consciousness is not enough.
    Tetapi, kompetensi kelas dunia saja tak cukup.
  • Western Marxism often emphasises the importance of the study of culture, class consciousness and subjectivity for an adequate Marxist understanding of society.
    Marxisme Barat sering menekankan pentingnya studi budaya untuk pemahaman Marxis yang memadai masyarakat.
  • The proletarian culture will increase class consciousness, teach revolutionary theory and historical analysis, and thus propagate further revolutionary organisation among the social classes.
    Budaya ini kemudian akan meningkatkan kesadaran kelas, mengajarkan tentang teori revolusi dan analisis sejarah, serta menyebarkan organisasi revolusi ke kelas-kelas sosial.
  • This aspect of Marr’s thinking was an attempt to extend the Marxist theory of international class consciousness far beyond its original meaning, by trying to apply it to language.
    Aspek pemikiran Marr ini adalah sebuah upaya untuk memperluas teori Marxis ke dalam kesadaran kelas internasional jauh melampuai makna aslinya, dengan berusaha menerapkannya ke dalam bahasa.
  • While Gy?rgy Lukács's History and Class Consciousness and Karl Korsch's Marxism and Philosophy, first published in 1923, are often seen as the works that inaugurated this current.
    Sementara Gy?rgy Lukacs dengan History and Class Consciousness dan Karl Korsch dengan Marxism and Philosophy, pertama kali diterbitkan pada tahun 1923, sering dianggap sebagai karya-karya yang diresmikan saat ini, frasa itu sendiri kemudian banyak menciptakan karya lain termasuk oleh Maurice Merleau-Ponty.
  • In political theory and particularly Marxism, class consciousness is the set of beliefs that a person holds regarding their social class or economic rank in society, the structure of their class, and their class interests.
    Kesadaran golongan adalah sebuah istilah yang digunakan dalam teori politik, terutama Marxisme, untuk merujuk kepada kepercayaan bahwa seseorang terikat oleh golongan sosial atau tingkat ekonomi, struktur, dan kepentingan golongan mereka di dalam masyarakat.
  • From his Marxist perspective, Lenin argued that this Russian proletariat would develop class consciousness, which would in turn lead them to violently overthrow Tsarism, the aristocracy, and the bourgeoisie and to establish a proletariat state that would move toward socialism.
    Lenin berpendapat bahwa proletariat Rusia ini akan mengembangkan kesadaran golongan, yang akan mendorong mereka untuk menjatuhkan Tsarisme, aristokrasi, dan kaum borjuis, dan kemudian mendirikan sebuah negara proletariat yang akan bergerak menuju sosialisme.
  • Terms like management, initiative, personality, or the individualistic maxim "get educated, work hard and get ahead in life", combined with orderliness, replaced class consciousness and the socialist egalitarian concept, as workers were losing their symbolic status, to be eventually separated into a marginalized stratum.
    Istilah seperti manajemen, inisiatif, kepribadian, atau pepatah individualistis "dapatkan pendidikan, kerja keras, dan hadapi kehidupan", dikombinasikan dengan keteraturan, telah menggantikan konsep kesadaran kelas dan egalitarian, sehingga buruh kehilangan status simbolisnya dan semakin termarginalkan.